MAKALAH
KONSEP
KEPERAWATAN DASAR

DI
SUSUN OLEH:
KELOMPOK
3
1.
Ach.
Nuril Firdaus soleh
2.
Ahmed
alfian ruliyani
3.
Anik
septian candra
4.
Anindita
amalia risky
5.
Anindya
putrid fadilah
6.
Aprilia
giantari riski m
7.
Ardita
cahyani
8.
Arroyan
miadz
9.
Arumiyati
10. Azizatul muniroh
11. Bangkit satrio aji
12. Dian ristika h
13. Dian ristina h
14. Dias mutiara kasih
15. Elika sri wulan
AKADEMI
KESEHATAN RUSTIDA
KRIKILAN
– GLENMORE
BANYUWANGI
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan anugerah kepada penyusun untuk dapat menyusun makalah
yang berjudul “Keperawatan Sebagai Profesi”.
Makalah ini
disusun berdasarkan hasil data-data dari media elektronik berupa Internet dan
media cetak. Ucapan terima kasih kepada rekan-rekan kelompok tiga yang telah
memberikan partisipasinya dalam penyusunan makalah ini.
Penyusun
berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam menambah
pengetahuan atau wawasan mengenai keperawatan. Penyusun sadar makalah ini
belumlah sempurna maka dari itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran
dari pembaca agar makalah ini menjadi sempurna.
Banyuwangi,
19 september 2016
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan
Masalah
1.3 Tujuan
Penulisan
BAB II Pembahasan
2.1 Definisi
Keperawatan Sebagai Profesi
2.2
Perkembangan Profesionalisme Keperawatan
2.3 Fungsi,
Peran dan Tugas Perawat
2.4 Definisi
dan Analisis Penyusun Mengenai Keperawatan Sebagai Profesi
BAB III
Penutup
3.1 Simpulan
3.2 Saran
Daftar
Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Keperawatan
merupakan profesi yang membantu dan memberikan pelayanan yang berkontribusi
pada kesehatan dan kesejahteraan individu. Keperawatan juga diartikan sebagai
konsekuensi penting bagi individu yang menerima pelayanan, profesi ini memenuhi
kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh seseorang, keluarga atau kelompok di
komunitas. (Committee on Education American Nurses Association (ANA), 1965).
WHO Expert
Committee on Nursing dalam Aditama (2000) mengatakan bahwa, pelayanan
keperawatan adalah gabungan dari ilmu kesehatan dan seni melayani/memberi
asuhan (care), suatu gabungan humanistik dari ilmu pengetahuan, filosofi
keperawatan, kegiatan klinik, komunikasi dan ilmu sosial.
Keperawatan
merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral
dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk
pelayanan biopsikososial dan spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada
individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh
aspek kehidupan manusia. (Lokakarya Nasional, 1983).
Profesi berasal dari kata profession yang berarti suatu pekerjaan
yang membutuhkan dukungan body of
knowledge sebagai dasar bagi perkembangan teori yang sistematis meghadapi
banyak tantangan baru, dan karena itu membutuhkan pendidikan dan pelatihan yang
cukup lama, memiliki kode etik orientasi utamanya adalah melayani (alturism).
Profesi adalah suatu pekerjaan yang
ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan golongan
atau kelompok tertentu. Profesi sangat mementingkan kesejahteraan orang lain,
dalam konteks bahasan ini konsumen sebagai penerima jasa pelayanan keperawatan
profesional. Menurut Webster, profesi adalah pekerjaan yang memerlukan
pendidikan yang lama dan menyangkut keterampilan intelektual.
Kelly dan Joel (1995) menjelaskan,
“Profesional sebagai suatu karakter, spirit atau metode profesional yang
mencakup pendidikan dan kegiatan di berbagai kelompok okupasi yang anggotanya
berkeinginan menjadi profesional”. Profesional merupakan suatu proses yang
dinamis untuk memenuhi atau mengubah karakteristik kearah suatu profesi.
Sejak abad yang lalu keperawatan
telah megalami perubahan yang drastis, selain itu juga telah mengikuti
perundang-undangan dan mendapatkan penghargaan sebagai profesi penuh. Hugnes
E.C (1963) mengatakan bahwa, “Profesi adalah seorang ahli, mereka mengetahui
lebih baik tentang sesuatu hal dari orang lain, serta mengetahui lebih baik
daripada kliennya tentang apa yang terjadi pada klien”. Dalam konsep profesi
ada tiga nilai penting yang perlu dipahami yakni:
1.
Pengetahuan yang mendalam dan sistimatik.
2.
Keterampilan teknis dan kiat yang diperoleh melalui
latihan yang lama.
3.
Pelayanan asuhan kepada yang memerlukan berdasarkan
ilmu pengetahuan, keterampilan teknis dan pedoman serta falsafah moral yang
diyakini (etika profesi).
Menurut Hood
L.J dan Leddy S.K (2006), “Perawat profesional akan menggunakan pendekatan
holistik dalam menemukan kebutuhan kesehatan bagi klien yang dirawatnya, hal
ini sesuai dengan pernyataan kebijakan yang disampaikan oleh American Nurses Association (1995), ada
empat ciri praktik profesional yang harus dilakukan oleh perawat, yaitu:
1.
Perawat menggunakan fokus orientasi pada masalah
dengan memperhatikan rangkaian seluruh respon manusia terhadap kesehatan dan
penyakitnya.
2.
Perawat terintegrasi dalam tenaga kesehatan yang
menggunakan pengetahuannya untuk membantu mencapai tujuan pasien dengan
mengumpulkan data subjektif maupun objektif pasien dan memahaminya baik secara individual
atau secara berkelompok.
3.
Perawat mengaplikasikan ilmu pengetahuannya untuk
menentukan diagnosa dan melakukan treatment respon manusia.
4.
Perawat melakukan asuhan keperawatan dengan melakukan
hubungan terapeutik dengan pasien untuk memfasilitasi kesehatan dan
penyembuhan.
Ada tiga istilah penting yang
berhubungan dengan profesi, yaitu profesionalisme, profesionalisasi, dan
profesi.
1.
Profesionalisme
Merujuk pada karakter profesional, semangat atau
metode. Merupakan suatu sifat resmi, cara hidup yang bertanggung jawab dan
dapat dipercaya. Profesionalisme keperawatan telah ada sejak zaman Florence
Nightingale (1820-1910).
2.
Profesionalisasi
Profesionalisasi adalah suatu proses untuk menjadikan
profesional dengan cara memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan/disepakati.
3.
Profesi
Jika dilihat di dalam kamus, sama dengan pekerjaan
yang menghendaki pendidikan yang lebih luas atau memiliki ilmu pengetahuan yang
spesial, keterampilan serta dipersiapkan dengan cara yang baik.
Dunia profesi keperawatan terus
bergerak. Hampir dua dekade profesi ini menyerukan perubahan paradigma. Perawat
yang semula tugasnya hanyalah semata-mata menjalankan perintah dokter kini
berupaya meningkatkan perannya sebagai mitra kerja dokter seperti yang sudah
dilakukan di negara-negara maju.
Sebagai sebuah profesi yang masih
berusaha menunjukkan jati diri, profesi keperawatan dihadapkan pada banyak
tantangan. Tantangan ini bukan hanya dari eksternal tapi juga dari internal
profesi ini sendiri.
1.2 Rumusan Masalah
a) Apa yang dimaksud
dengan keperawatan sebagai profesi?
b) Bagaimana
perkembangan profesionalisme keperawatan?
c) Bagaimana
peran, fungsi, dan tugas perawat?
d) Bagaimana
definisi dan analisis dari penyusun mengenai keperawatan sebagai profesi?
1.3 Tujuan Penulisan
a) Menjelaskan
tentang keperawatan sebagai profesi.
b) Menjelaskan
perkembangan profesionalisme keperawatan.
c) Menjelaskan
peran, fungsi, dan tugas perawat.
d) Menjelaskan
tentang definisi dan analisis penyusun mengenai keperawatan sebagai profesi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Keperawatan
Sebagai Profesi
Hall (1968) memberikan gambaran
tentang suatu profesi yaitu suatu pekerjaan yang harus melalui proses empat
tahapan antara lain :
1. Memperoleh badan pengetahuan dari institusi pendidikan
tinggi
2. Menjadi pekerjaan utama
3. Adanya organisasi profesi
4. Terdapat
kode etik
2.2 Ciri – Ciri Profesi
Dilihat dari
definisi profesi, jelas bahwa profesi tidak sama dengan okupasi (occupation)
meskipun keduanya sama-sama melakukan pekerjaan tertentu.
Profesi mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :
1.
Didukung oleh badan ilmu yang sesuai dengan bidangnya
(antalogi), jelas wilayah kerja keilmuannya (Epistomologi), dan
aplikasinya (Axiologi).
- Profesi diperoleh melalui pendidikan dan
pelatihan yang terencana, terus-menerus dan bertahap.
- Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi
serta diakui secara legal melalui perundang-undangan.
- Peraturan dan ketentuan yang mengatur hidup dan
kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan, standar pelayanan,
dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan-peraturan
tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi (Winsley, 1964).
2.3 Kriteria Profesi
1. Memberi
pelayanan untuk kesejahteraan manusia.
2.
Mempunyai pengetahuan dan keterampilan khusus dan
dikembangkan secara terus-menerus.
3.
Memiliki ketelitian, kemampuan intelektual, dan rasa
tanggung jawab.
4.
Lulus dari pendidikan tinggi.
5.
Mandiri dalam penampilan, aktivitas dan fungsi.
6.
Memiliki kode etik sebagai penuntun praktik.
7.
Memiliki ikatan/organisasi untuk menjamin mutu
pelayanan.
2.4 Wilayah Kerja Profesi
1.
Pembinaaan organisasi profesi.
2.
Pembinaan pendidikan dan pelatihan profesi
3.
Pembinaan pelayanan profesi.
4.
Pembinaan iptek.
Keperawatan sebagai profesi
merupakan salah satu pekerjaan dimana dalam menentukan tindakannya didasarkan
pada ilmu pengetahuan serta memiliki keterampilan yang jelas dalam keahliannya.
Dengan adanya perkembangan
keperawatan dari kegiatan yang sifatnya rutin yang menjadi pemenuhan kebutuhan
berdasarkan ilmu, membawa suatu perubahan yang sangat besar dalam dunia
keperawatan karena pelayanan yang semula hanya berdasarkan pada insting dan
pengalaman menjadi pelayanan keperawatan profesional berdasarkan ilmu dan
teknologi keperawatan yang selalu berubah sesuai dengan kemajuan zaman.
Perawatan sebagai profesi mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a.
Memiliki body of knowledge
Perawat
bekerja dalam kelompok dan dilandasi dengan teori yang spesifik dan sistematis
yang dikembangan melalui penelitian. Penelitian keperawatan yang dilakukan pada
tahun 1940, merupakan titik awal perkembangan keperawatan. Pada tahun 1950
dengan semakin berkembangnya penelitian yang dilakukan mempunyai kontribusi
yang cukup besar dalam dunia pendidikan keperawatan dan pada tahun 1960
penelitian lebih banyak dilakukan pada praktik keperawatan. Sejak tahun 1970,
penelitian keperawatan lebih banyak dilakukan dengan memfokuskan diri pada
praktik yang dihubungkan dengan isu-isu yang ada pada saat itu.
Menurut
Potter dan Perry (1997), perawat telah memperlihatkan diri sebagai profesi dan
dapat terlihat adanya pengetahuan keperawatan telah dikembangkan melalui
teori-teori keperawatan. Model teori memberikan kerangka kerja bagi kurikulum
dan praktik klinis keperawatan. Teori keperawatan mendorong ke arah penelitian
yang meningkatkan dasar ilmiah untuk praktik keperawatan.
b.
Berhubungan dengan nilai-nilai sosial
Kategori ini
mendorong profesi untuk mendapatkan penghargaan yang cukup baik dari
masyarakat. Keperawatan telah diberi kepercayaan untuk menolong dan melayani
orang lain/klien. Pada awalnya perawat diharapkan dapat menyisihkan sebagian
besar waktunya untuk melayani, tetapi dengan semakin berkembangnya ilmu
keperawatan tuntutan tersebut telah bergeser, perawat juga mengharapkan
kompensasi dan mempunyai kehidupan yang lain disamping perannya sebagai
perawat.
Karakteristik
keperawatan merupakan suatu bentuk yang relevan dengan nilai-nilai masyarakat,
seperti pentingnya kesehatan, kesembuhan dan keperawatan.
Masyarakat
pada umumnya mengakui bahwa perawat mempunyai tugas untuk melawan klien dan
juga melakukan upaya-upaya dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit
tetapi masih ada sebagian masyarakat yang belum mengetahui bahwa perawat adalah
sebuah profesi. Untuk itu perlu adanya usaha dari perawat itu sendiri agar
dapat meyakinkan masyarakat guna mendapatkan pengakuan sesuai dengan yang
diinginkannya.
c.
Masa pendidikan
Kategori ini
mempunyai empat bagian tambahan yaitu isi pendidikan, lamanya pendidikan,
penggunaan simbol dan proses idealisme yang dituju serta tingkatan dari
spesialisasi yang berhubungan dengan praktik. Menurut Nightingale pendidikan
keperawatan harus melibatkan dua area penting yaitu teori dan praktik yang
sampai saat ini masih dianut. Perkembangan pendidikan keperawatan dewasa ini
sama dengan bidang ilmu yang lain, yaitu pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi
menimbulkan perubahan yang sangat berarti bagi perawat terhadap cara pandang
asuhan keperawatan secara bertahap keperawatan beralih dari yang semulai
berorientasi pada tugas menjadi berorientasi pada tujuan yang berfokus pada
asuhan keperawatan yang efektif serta menggunakan pendekatan holisitik dan
proses keperawatan.
d.
Motivasi
Motivasi
untuk bekerja merupakan kategori keempat dari Pavalko. Motivasi bukan hanya
secara individu tetapi juga menyeluruh dalam kelompok. Motivasi diartikan
sebagai suatu perhatian yang mengutamakan pelayanan kelompok keperawatan kepada
klien. Ada beberapa pendapat bahwa saat ini anak-anak muda menginginkan
menempuh pendidikan tinggi agar dapat mempunyai kehidupan yang lebih baik
seperti mendapatkan gaji lebih, kekuasaan, status disamping pekerjaan yang
dilakukannya. Biasanya karakteristik ini tidak diasosiasikan dengan profesi
keperawatan, walaupun demikian banyak perawat yang melakukan pelayanannya
dengan berorientasikan kepada klien/pasien mereka dengan baik.
e.
Otonomi
Kategori
kelima Pavalko adalah kebebasan untuk mengontrol dan mengatur dirinya sendiri.
Profesi mempunyai otonomi untuk regulasi dan membuat standar bagi anggotanya.
Hak mengurus diri sendiri merupakan salah satu tujuan dari asosiasi
keperawatan, karena hal ini juga berarti keperawatan mempunyai status dan dapat
mengontrol seluruh kegiatan praktik anggotanya. Otonomi juga dapat diartikan
sebagai suatu kebebasan dalam bekerja dan pertanggungjawaban dari suatu
tindakan yang dilakukannya.
f.
Komitmen
Kategori
keenam adalah komitmen untuk bekerja. Manusia yang komitmen untuk bekerja
menunjukkan adanya suatu keunggulan, untuk melaksanakan pekerjaannya dengan
baik, mencegah terjadinya kemangkiran, menekuni pekerjaannya seumur hidup atau
dalam periode waktu yang lama. Komitmen perawat juga dapat menurun, hal ini
terjadi karena kebanyakan dari perawat adalah wanita, yang harus membagi
perhatiannya dengan keluarga, sehingga mereka sering mengalami konflik yang berkepanjangan
dan kadang-kadang harus keluar dari pekerjaannya.
Orientasi
karir juga merupakan salah satu ciri dari komitmen, karena dengan adanya
pengembangan karir melalui pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi membuat
perawat dapat bekerja dengan lebih baik dan bertanggung jawab dalam melakukan
asuhan keperawatan
g.
Kesadaran bermasyarakat
Kesadaran
bermasyarakat bagi perawat diartikan sebagai anggota kelompok yang ikut
mengambil bagian dalam persamaan pedoman, nasib serta memiliki kebudayaan
tersendiri. Perawat mempunyai simbol-simbol yang dikenal masyarakat sebagai
ciri yang khas dari sebuah profesi seperti seragam putih, pin dan cap. Walaupun
akhir-akhir ini banyak yang mengubah identitas tersebut, tetapi perawat telah
memiliki perasaan yang kuat untuk tetap bersatu dalam kelompoknya.
h.
Kode etik
Eksistensi
kode etik merupakan kategori terakhir dari Pavalko. Etika keperawatan merujuk
pada standar etik yang membimbing perawat dalam praktik sehari-hari seperti
jujur terhadap pasien, menghargai pasien atas hak-hak yang dirahasiakannya dan
beradvokasi atas nama pasien.
Etika
keperawatan ditujukan untuk mengidentifikasi, mengorganisasikan, memeriksa dan
membenarkan tindakan-tindakan kemanusiaan dengan menerapkan prinsip-prinsip
tertentu, selain itu juga menegaskan tentang kewajiban-kewajiban yang secara
suka rela diemban oleh perawat dan mencari informasi mengenai dampak dari
keputusan-keputusan perawat yang mempengaruhi kehidupan dari pasien dan
keluarganya. Ciri dari praktik profesional adalah adanya komitmen yang kuat
terhadap kepedulian individu, khususnya kekuatan fisik, kesejahteraan dan
kebebasan pribadi, sehingga dalam praktik selalu melibatkan hubungan yang
bermakna. Oleh karena itu seorang profesional harus memiliki orientasi
pelayanan, standar praktik dan kode etik untuk melindungi masyarakat serta
memajukan profesi.
Mengingat
pentingnya pembinaan bagi tenaga keperawatan agar dapat bekerja dengan baik
maka perlu adanya pemahaman tentang fungsi dari asosiasi keperawatan yang
terdiri dari:
1)
Penetapan standar praktik, pendidikan dan pelayanan
keperawatan.
2)
Menetapkan kode etik bagi perawat.
3)
Menetapkan sistem kredensial dalam keperawatan.
4)
Menetapkan untuk ikut berinisiatif dalam legislasi,
program pemerintah, kebijakan kesehatan nasional dan internasional.
5)
Mendukung adanya sistem pendidikan yang baik, evaluasi
dan perhatian dalam keperawatan.
6)
Adanya agensi sentral untuk mengoleksi, menganalisa
dan desiminasi dari informasi yang relevan dengan keperawatan.
7)
Promosi dan proteksi ekonomi dan kesejahteraan bagi
perawat.
8)
Membina kepemimpinan bagi perawat baik untuk tingkat
nasional maupun internasional.
9)
Membina sikap profesionalisme bagi perawat.
10) Menyelenggarakan
program secara benar.
11) Memberikan
pelayanan masalah-masalah politik pada perawat.
12) Menjaga
terjadinya komunikasi bagi seluruh anggotanya.
13) Menyediakan
advokasi bagi anggotanya.
14) Berbicara
dan menjelaskan tentang profesi keperawatan kepada pihak lain.
15) Melindungi
dan mempromosikan kemajuan kesejahteraan manusia yang terkait dengan perawat
kesehatan.
2.5 Perkembangan
Profesionalisme Keperawatan
Melihat
catatan sejarah tentang awal mula keberadaan perawat di Indonesia, yang
diperkirakan baru bermula pada awal abad ke 19, dimana disebutkan adanya
perawat saat itu adalah dikarenakan adanya upaya tenaga medis untuk memberikan
pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga diperlukan tenaga yang dapat
membantu atau tenaga pembantu. Tenaga tersebut dididik menjadi seorang perawat
melalui pendidikan magang yang berorientasi pada penyakit dan cara
pengobatannya. Sampai dengan perkembangan keperawatan di Indonesia pada tahun
1983 PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) melakukan Lokakarya Nasional
Keperawatan di Jakarta, melalui lokakarya tersebut perawat bertekad dan
bersepakat menyatakan diri bahwa keperawatan adalah suatu bidang keprofesian.
Perkembangan
profesionalisme keperawatan di Indonesia berjalan seiring dengan perkembangan
pendidikan keperawatan yang ada di Indonesia. Pengakuan perawat profesionalan
pemula adalah bagi mereka yang berlatarbelakang pendidikan Diploma III
keperawatan. Program ini menghasilkan perawat generalis sebagai perawat
profesional pemula, dikembangkan dengan landasan keilmuan yang cukup dan
landasan profesional yang kokoh.
Perkembangan
pendidikan keperawatan dalam rangka menuju tingkat keprofesionalitasan tidak
cukup sampai di tingkat diploma saja, diilhami keinginan dari profesi
keperawatan untuk terus mengembangkan pendidikan maka berdirilah PSIK FK-UI
(1985) dan kemudian disusul dengan pendirian program paska sarjana FIK UI
(1999).
Peningkatan
kualitas organisasi profesi keperawatan dapat dilakukan melalui berbagai cara
dan pendekatan antara lain:
a) Mengembangkan
sistem seleksi kepengurusan melalui penetapan kriteria dari berbagai aspek
kemampuan, pendidikan, wawasan, pandangan tentang visi dan misi organisasi,
dedikasi serta ketersediaan waktu yang dimiliki untuk organisasi.
b) Memiliki
serangkaian program yang konkrit dan diterjemahkan melalui kegiatan organisasi
dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Prioritas utama adalah program pendidikan
berkelanjutan bagi para anggotanya.
c) Mengaktifkan
fungsi collective bargaining, agar setiap anggota memperoleh penghargaan yang
sesuai dengan pendidikan dan kompensasi masing-masing.
d) Mengembangkan
program latihan kepemimpinan, sehingga tenaga keperawatan dapat berbicara
banyak dan memiliki potensi untuk menduduki berbagai posisi di pemerintahan
atau sektor swasta.
e) Meningkatkan
kegiatan bersama dengan organisasi profesi keperawatan di luar negeri, bukan
hanya untuk pengurus pusat saja tetapi juga mengikutsertakan pengurus daerah
yang berpotensi untuk dikembangkan.
2.6 Peran,
Fungsi dan Tugas Perawat
1.
Peran Perawat
Peran merupakan tingkah laku yang
diharapakan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai dengan kedudukan dalam
sistem, dimana dapat dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari profesi yang
bersifat konstan.
Peran perawat menurut konsorium ilmu
kesehatan tahun 1989 terdiri dari peran sebagai pemberi asuhan keperawatan,
advokat pasien, pendidik, koordinator, kolaborator, konsultan dan peneliti.
2. Fungsi
Perawat
Dalam menjalankan perannya, perawat
akan melaksanakan berbagai fungsi diantaranya: fungsi independen, fungsi
dependen, dan fungsi interdependen.
a. Fungsi Independen
Merupakan
fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam
menjalankan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam
melakukan tindakan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia.
b. Fungsi
Dependen
Merupakan
fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari
perawat lain.
c. Fungsi Interdependen
Fungsi ini
dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan di antara tim
satu dengan lain.
3. Tugas
Perawat
Tugas perawat dalam menjalankan perannya sebagai
pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tahapan dalam
proses keperawatan. Tugas perawat ini disepakati dalam lokakarya tahun 1983
yang berdasarkan fungsi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan adalah
sebagai berikut:
a)
Mengkaji kebutuhan pasien, keluarga, kelompok dan
masyarakat serta sumber yang tersedia dan potensi untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. Mengumpul data, menganilisis dan menginterpretasikan data.
b)
Merencanakan tindakan keperawatan kepada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat berdasarkan diagnosis keperawatan
Mengembangkan rencana tindakan keperawatan.
c)
Melaksanakan rencana keperawatan yang meliputi upaya
peningkatan kesehatan, pencegah penyakit, penyembuhan, pemulihan dan
pemeliharaan kesehatan termasuk pelayanan klien dan keadaan terminal.
Menggunakan dan menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu perilaku,
sosial budaya, ilmu biomedik dalam melaksanakan asuhan keperawatan dalam rangka
memenuhi kebutuhan dasar manusia.
d)
Mengevaluasi hasil asuhan keperawatan. Menentukan
kriteria yang dapat diukur dalam menilai rencana keperawatan. Menilai tingkat
pencapaian tujuan. Mengidentifikasi perubahan-perubahan yang diperlukan.
e)
Mendokumentasi proses keperawatan. Mengevaluasi data
permasalahan keperawatan. Mencatat data dalam proses keperawatan. Menggunakan
catatan klien untuk memonitor asuhan keperawatan.
f)
Mengidentifikasi hal-hal yang perlu diteliti atau
dipelajari serta merencanakan studi kasus guna meningkatkan pengetahuan dan
mengembangkan keterampilan dalam praktik keperawatan. Mengidentifikasi
masalah-masalah penelitian dalam bidang keperawatan. Membuat usulan rencana
penelitian keperawatan. Menerapkan hasil penelitian dalam praktik keperawatan.
g)
Berperan serta dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan
kepada klien keluarga kelompok serta masyarakat. Mengidentifikasi kebutuhan
pendidikan kesehatan. Membuat rencana penyuluhan kesehatan. Melaksanakan
penyuluhan kesehatan. Mengevaluasi hasil penyuluhan kesehatan.
h)
Bekerja sama dengan disiplin ilmu terkait dalam
memberikan pelayanan kesehatan kepada klien, keluarga, kelompok, dan
masyarakat. Berperan serta dalam pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga
kelompok dan masyarakat. Menciptakan komunikasi yang efektif baik dengan tim
keperawatan maupun tim kesehatan lain.
i)
Mengelola perawatan klien dan berperan sebagai ketua
tim dalam melaksanakan kegiatan keperawatan. Menerapkan keterampilan manajemen
dalam keperawatan klien secara menyeluruh.
2.7 Definisi dan
Analisis Penyusun Mengenai Keperawatan Sebagai Profesi
Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan yang
dilakukan oleh perawat dengan memberikan asuhan keperawatan secara tepat kepada
individu, kelompok dan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan,
mencegah dan mengobati penyakit serta pemulihan kesehatan demi tercapainya
kesejahteraan umat manusia, dengan berpegang teguh pada kode etik yang
melandasinya. Sedangkan perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan
studinya dan telah siap untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat.
Perawat merupakan salah satu pekerjaan yang mulia
dengan cara memberikan perawatan yang benar, sesuai dengan ilmu yang telah
didapatkannya. Ilmu tersebut diterapkannya dengan suatu metode yang dikenal
dengan “Proses Keperawatan”. Metode ini merupakan metode yang sistematis,
meliputi tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, merencanakan, melaksanakan dan
mengevaluasi tindakan keperawatan.
Dari tahapan metode ini, perawat sering menemukan
hal-hal baru dari setiap kasus yang ditanganinya. Oleh karena itu, mereka perlu
meningkatkan wawasannya agar mampu menangani klien-kliennya dengan benar. Hal
inilah yang membawa perubahan besar bagi dunia keperawatan karena pelayanan
yang pada awalnya hanya berdasarkan pengalaman, kemudian berkembang menjadi
pelayanan yang didasarkan pada ilmu keperawatan yang selalu berubah sesuai dengan
perkembangan zaman.
Profesi merupakan suatu keahlian yang membutuhkan ilmu
pendidikan dan pelatihan sebagai dasar pengembangan teori untuk menangani
permasalahan yang sering muncul dalam bidangnya.Dengan melihat definisi dan
ciri-ciri dari profesi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa keperawatan
dianggap sebagai suatu profesi. Hal ini dikarenakan keperawatan memiliki
ciri-ciri yang sama dengan profesi.
Keperawatan sebagai suatu profesi adalah salah satu
pekerjaan bagian dari tim kesehatan, yang ikut bertanggung jawab dalam membantu
klien sebagai individu, keluarga, maupun sebagai masyarakat, baik dalam kondisi
sehat ataupun sakit, yang bertujuan untuk tercapainya pemenuhan kebutuhan dasar
klien, dalam mempertahankan kondisi kesehatan yang optimal, dalam menentukan
tindakan keperawatan harus didasarkan pada ilmu pengetahuan, komunikasi
interpersonal serta memiliki keterampilan yang jelas dalam keahliannya.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dengan melihat definisi, ciri profesi yang telah
disebutkan diatas dapat kita analisis bahwa keperawatan di Indonesia dapat
dikatakan sebagai suatu profesi. Karena memiliki ciri-ciri dari profesi yaitu
mempunyai body of knowledge, berhubungan dengan nilai-nilai sosial, masa
pendidikan, motivasi, otonomi, komitmen, kesadaran bermasyarakat, dan kode
etik.
Keperawatan sebagai suatu profesi adalah salah satu
pekerjaan bagian dari tim kesehatan, yang ikut bertanggung jawab dalam membantu
klien sebagai individu, keluarga, maupun sebagai masyarakat, baik dalam kondisi
sehat ataupun sakit, yang bertujuan untuk tercapainya pemenuhan kebutuhan dasar
klien, dalam mempertahankan kondisi kesehatan yang optimal, dalam menentukan
tindakan keperawatan harus didasarkan pada ilmu pengetahuan, komunikasi
interpersonal serta memiliki keterampilan yang jelas dalam keahliannya.
3.2
Saran
Penyusun berharap agar semua perawat dapat
meningkatkan kualitas kerjanya dan mampu menjadi seseorang yang profesional
dalam bidangnya.
DAFTAR
PUSTAKA
http://stikeskabmalang.wordpress.com/2009/09/17/keperawatan-sebagai-suatu-profesi-3/. (2012, Maret 27). Retrieved Maret 27, 2012
Pro-Health. (2009). Keperawatan Sebagai Suatu Profesi .
Sumijatun. (2010). Konsep Dasar Menuju Keperawatan. Jakarta: Trans
Info Media.
SOAL
1 . secara umum pelayanan keperawatan dapat diartikan
sebagai…..
a. Proses pemberian asuhan keperawatan
b. Proses penyuluhan kepada masyarakat
c. Proses sosialisasi di lingkungan
d. Proses konseling di lingkungan sekolah
e.
Proses
JAWABAN: A
2 . Mandiri dan
tidak tergantung pada orang lain adalah
fungsi….
a.
Fungsi
dependen
b.
Fungsi
independen
c.
Fungsi
interpenden
d.
Fungsi
perawat
e.
Fungsi
ekonomi
JAWABAN: B
3 . Paradigma keperawatan terdiri dari, kecuali….
a.
Manusia
b.
Lingkungan
c.
Agama
d.
Kesehatan
e.
Intervensi
keperawatan
JAWABAN: C
4. “ Perawat telah
memperlihatkan diri sebagai profesi dan dapat terlihat adanya pengetahuan
keperawatan telah dikembangkan melalui teori-teori keperawatan.”. Pendapat tersebut dikemukakan oleh…..
a. Wiyono D
b. Aristoteles
c. Canadian nurses association
d. Potter dan
Perry
e.
Committee on Education American Nurses Association
(ANA)
JAWABAN :D
5 . Konsep yang
dikembangkan Orem meliputi 3 komponen penting, yaitu….
a.
Self
care defisit, Self care, dan Sistem keperawatan
b.
Sistem
bantuan, Self care, dan Sistem suportif
c.
Sistem
dasar, Sistem edukatif, dan Sistem informasi
d.
Sistem
interpersonal, Sistem keperawatan, dan Sistem personal
e.
Sistem
suportif, Sistem social, Sistem deficit
JAWABAN :A
6 . Menurut Rossen, 1958, dalam Sumijatun,dkk,2006,
Selama berlangsungnya revolusi industry di Eropa, terjadi peistiwa-peristiwa
yang mempengaruhi Kesehatan masyarakat di tempat yang kelak akan disebut
sebagai Amerika serikat. Pernyataan tersebut terjadi pada zaman…
a.
Kolonial
b.
Purba
c.
Revolusi
industry
d.
Zaman
batu
e.
Zaman
pertengahan
JAWABAN:A
7 . Memberikan arahan untuk melakukan penelitian dalam
menetapkan dasar pengetahuan empiris adalah tujuan model praktik keperawatan
menurut…..
a.
Potter
& Perry (1999)
b.
Virginia
Henderson (1955)
c.
Florence
Nightingale (1860)
d.
Hildegard
Peplaw (1952)
e.
Dorothy
Johnson (1968)
JAWABAN:A
8.
Konsep
yang menekan pada perawatan diri secara mandiri adalah pengertian dari…
a.
Self
care deficit
b.
Self
care
c.
Sistem
kesehatan
d.
Personal
system
e.
Interpersonal
JAWABAN:B
9.
Sistem
terbuka individu menerima stimulus dari diri sendiri dan lingkungan. Sister
Calista Roy, 1970 ada 3 kelas dari stimulus tersebut yaitu…
a. Stimulus educative, stimulus individu, stimulus
interpersonal
b. Stimulus fisiologis, stimulus biologis, stimulus
sekunder
c. Stimulus Fokal, stimulus kontekstual, stimulus
residual
d. Stimulus positif, stimulus negative, stimulus efektif
e.
Stimulus
educative, stimulus individu, stimulus fokal.
JAWABAN:C
10. Mengapa perawat perlu berfikir
kritis ?
a.
Keterampilan
berfikir kritis digunakan dalam setiap membuat keputusan
b.
Agar
dapat membuat diagnosa yang akurat
c.
Perawat
bertanggungjawab atas setiap askep
d.
Agar
pasien tidak terlantar
e.
Agar
dokter tidak marah
JAWABAN : A
11. Kapan penerapan kritis dilakukan
dalam proses asuhan keperawatan ?
a.
Saat
pasien dalam keadaan kritis
b.
Saat
pasien merasa tidak nyaman
c.
Setiap
hari
d.
Setiap
hari dalam tiap pengambilan keputusan
e.
Setiap
menit dan waktu
JAWABAN
: D
12. Apa pengertian berfikir kritis?
a. Suatu proses yang berjalan secara berkesinabungan
mencakup interaksi dari suatu rangkain pikiran dan peresepsi
b.Suatu proses rangkain peresepsi
c. Suatu pemikiran rumit yang
berjalan secara berkesinabungan
d.Suatu pemikiran yang berjalan secara berkesinabungan
dari suatu rangkain persepsi
e. Suatu pemikiran yang rumit
JAWABAN
:A
13. Proses keperawatan adalah ?
a.
Proses
yang sangat menguntungkan
b.
Suatu
metode sistematis dan ilmiah yang digunakan
oleh perawat untuk memenuhi
kebutuhan pasien dalam mencapai tujuannya
c.
Suatu
metode sistematis
d.
Suatu
metode ilmiah
e.
Suatu
sistem karya fiksi
JAWABAN : A
14. Apa aspek-aspek profesi keperawatan ?
a.
Aspek
sebagai seorang ilmuan dan penelitian
b.
Aspek
sebagai seorang profesor dan dosen
c.
Aspek
sebagai orang yang mandiri
d.
Aspek
sosial dan fisiologi
e.
Aspek
sebagai ilmu dan profesi
JAWABAN
: E
15. Menjadi seorang perawat perlu
perlindungan hukum, dan seperti apa
perlindungan tersebut ?
a.
Diregistrasi
b.
Sertifikasi
c.
Ijin
praktek
d.
Diregistrasi
, sertifikasi, ijin praktek
e.
Ijin
negara dan agama
JAWABAN
: D
DOWNLOAD PPT KONSEP KEPERAWATAN DASAR PROFESI Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar